Sabtu, 20 Februari 2010

NaSi udUK CaMel

Cita rasa santannya begitu menggoda lidah dan membuat setiap pengunjung yang datang ketagihan. Sama seperti salah satu iklan yang berbunyi “ Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda...”. Itulah kesan yang bisa ditangkap setelah kita merasakan nasi uduk ini.
Nasi uduk Kampung Melayu begitu saya dan teman-teman menyebutnya atau kalo disingkat nasi uduk CaMel (Campung Melayu) berhubung tidak dicantumkannya nama bagi tempat ini. Nasi uduk yang terletak diantara Jalan Kampung Melayu menuju ke arah Gudang Peluru didekat laboratorium Prodia, memiliki luas yang tidak terlalu besar kurang lebih berukuran 3 X 2 meter. Dengan kondisi tempat yang tidak begitu luas, meja dan kursi dengan jumlah yang sedikit sehingga tidak bisa menampung pengunjung yang cukup banyak, tetapi tempat ini sangatlah dicari orang karena jam operasionalnya pun bisa dikatakan cukup singkat. Dimulai dari pukul 17.00 sampai ditutupnya pukul 19.30 WIB, beberapa pengunjung yang datang terlalu malam dibuat penasaran oleh kenikmatan rasanya oleh karena kehabisan. Setiap harinya, nasi uduk ini bisa menghabiskan kurang lebih 200 potong ayam dan kurang lebih 10 liter nasi uduk.
Tentunya sepiring nasi uduk dikatakan enak bila kandungan rasa didalamnya begitu terasa kental dilidah dan memiliki kelembutan disetiap butiran nasinya. Itulah nasi uduk CaMel karena ketika kita merasakan sesuap sendok nasi uduk, maka rasa santan dibaur dengan daun salam dan lengkuas serta sereh sangat kental dilidah dengan nasi yang cukup lembut, akan membuat pengunjung terus menerus menyuap sampai perut terasa kenyang. Tentunya nasi uduk akan lebih nikmat bila disajikan bersama dengan ayam goreng kering beserta dengan tahu, tempe, ati ampela, dan yang lainnya serta tentunya emping dan bawang goreng sebagai pelengkap. Bumbu ayam gorengnya lezat sekali, terasa sampai ke tulang-tulangnya membuat pengujung tergiur untuk menambahkan porsi mereka. Bagi penyuka rasa pedas, di tempat ini disediakan dua macam sambal yang sangat khas seperti layaknya tempat-tempat nasi uduk lainnya yaitu sambal kacang dan sambal merah. Kedua sambal ini bisa divariasikan dengan cara menggambungkan keduanya dalam satu piring untuk digunakan ketika kita memakan lauk pauk dengan nasi uduk atau lalapan yang telah disediakan terpisah oleh si penjual. Bagi pengunjung yang tidak mau makan nasi uduk, sangat disayangkan sekali karena nasi uduk CaMel ini hanya menyediakan nasi uduk saja dan tidak menyediakan nasi putih
Bagi pengunjung yang berniat untuk mengadakan suatu acara dengan salah satu menunya adalah nasi uduk, pilihan menu nasi uduk CaMel ini merupakan pilihan yang sangat baik, karena nasi uduk CaMel bisa dipesan melalui telephone. Dengan harga sebelas ribu rupiah pengunjung dapat menikmati seporsi nasi uduk dengan ayam goreng beserta tahu atau tempe goreng, sangatlah menggoda hati untuk datang mengunjungi gerai makanan satu ini. Jadi, tak ada salahnya untuk mencoba mencicipi nasi uduk CaMel beserta teman-teman atau kerabat dekat.

-SMY-

1 komentar:

  1. sttt kayanya kita bakal ditraktir nich wekekee..
    secara yang nulis dapat honor dari spion :)
    asyiiiekk.

    BalasHapus