Kamis, 25 November 2010

Pelangi


Sesaat diriku tertegun setelah teman kantorku menanyakan tentang kabar salah satu teman baikku yang sudah melahirkan putra pertamanya (congrats buat mereka, tetapi setelah beberapa menit kemudian hatiku seperti menangis sekencang-kencangnya. Aku berdoa supaya hatiku kembali tenang dan bisa berkonsentrasi lagi kekerjaanku..

Betapa bodohnya diriku tidak memberikan mereka selamat atas kelahiran putra salah satu teman baikku, begitu pikirku. Kemudian aku mulai mencari foto-foto atau status teman baikku yang menyatakan kelahiran putranya melalui salah satu situs jejaring sosial (thank God akhirnya ketemu juga dan terlihat dengan jelas di statusnya). Aku melihat satu per satu foto putra mereka, mengagumi dan ingin sekali melihat secara langsung, tiba-tiba diriku merinding dan hatiku mulai menangis. Saat itu, perasaan dan pikiranku tidak fokus dan berkecamuk, karena begitu banyak pertanyaan "Kapan aku bisa seperti dirinya?" Hatiku menjerit dan rasanya ingin menangis sekencang-kencangnya (tetapi tidak mungkin karena aku ada di meja kerjaku), kemudian pikiranku melayang jauh ke kehidupanku beberapa tahun lalu ketika saat itu aku tidak memikirkan tentang pasangan hidup atau pun membentuk keluarga. Aku terbuai dengan keadaan dalam keluarga, dengan kasih sayang yang begitu besar dari orang tuaku, dan kedua saudara laki-lakiku sehingga tidak membuatku berkeinginan membentuk keluarga sendiri. Seandainya waktu itu aku mulai berpikir serius tentang masa depanku, mungkin saat ini aku bisa seperti teman-temanku yang telah membentuk keluarga sendiri.

Aku mulai menenangkan perasaan dan pikiranku dengan meyakinkan diriku bahwa mungkin belum waktunya Tuhan untuk aku memiliki hal itu. Mungkin aku belum siap secara mental bila harus mempunyai keluarga. Aku yakin Tuhan akan memberikan waktu terindahnya buatku membentuk keluarga dengan seseorang yang aku cintai dan mencintaiku, yang mampu mengisi seluruh relung hatiku dengan kasihNYA dan aku bisa berkarya dalam hidup ini.

Kamis, 28 Oktober 2010

Suka dukaku menjadi seorang penjual "keliling"

Hehehehe.... itu kesan pertama ketika aku menulis judul di blog ini. karena sebenarnya aku bukanlah seorang penjual handuk ataupun batik. aku sebenarnya seorang karyawan disalah satu maindealer motor yang terkenal.

Awalnya aku melakukan kegiatan sebagai penjual, karena aku sudah mulai merasakan kejenuhan dalam bidang pekerjaanku saat ini, kalau bisa dibilang "eneg" gitu loch,hehehe...Aku berpikir untuk mengubah suasana yang tadinya membuatku tidak bergairah lagi kekantor menjadi lebih bergairah dan penuh semangat. Dimulai dengan keinginan setengah-tengah dan perasaan yang deg-degan karena takut tidak laku,dilakukanlah penjualan handuk bermerek (maaf, merek tidak perlu ditulis,nanti dipikir saya ikut mengiklankan produk tersebut). Ternyata keputusan menjadi penjual handuk sangatlah tidak diduga, karena respon pembeli baik dikantor maupun melalui situs jejaring sosial sangatlah bagus, bahkan tak disangka aku bisa menjual kurang lebih satu lusin handuk sebagai awal diriku menjalaninya.

Berhubung kantor tempatku bekerja mengharuskan kami menggunakan batik setiap jumat pertama setiap bulannya, maka aku berpikir untuk menawarkan baju batik. aku mulai menawarkan batik untuk teman-teman wanitaku di kantor, dengan menggunakan email kantor. Aku menawarkan gambar atau foto baju batik tanpa bisa menunjukkan barangnya secara langsung. Puji Tuhan, respon teman-temanku untuk barang jualanku yang kedua ini sangatlah bagus dan bahkan ketika akhirnya aku memutuskan untuk berhenti berjualan (dikarenakan dapat mengganggu stabilitasku dalam bekerja di kantor), teman-temanku ternyata menanyakan terus. Hal inilah yang membuatku menjadi ketagihan untuk terus menerus melakukan inovasi (taeellaaahh gaya banget ya) artinya aku mulai menawarkan barang lain selain handuk dan baju batik, aku mulai berjualan towel cake dan bahkan makanan kecil (snack). Semua barang yang aku bawa, dapat aku jual dengan baik dan membuahkan hasil yang baik juga, meskipun tidak sepenuhnya barang-barang yang aku jual sepenuhnya barang milikku, melainkan barang-barang titipan orang-orang terdekatku.

Sampai dengan saat ini, usahaku terus aku lakukan dengan harapan aku bisa menjalani dengan sungguh-sungguh, dengan harapan bila nanti aku ingin menjadi seorang marketing suatu produk, setidaknya aku sudah mempunyai modal pengetahuan dan trik untuk menghadapi penjual dan bagaimana cara menjual yang baik serta bagaimana cara menangani pembeli yang ribet.

Aku mengakui bahwa aku bisa seperti ini karena aku diberkati oleh Tuhan Yesus. "apapun juga yang kulakun, bila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berharap yang terbaik akan terjadi, pasti akan membuahkan hasil yang baik" Oleh karenanya aku menaikkan special thanks to My Jesus Christ dan teman-temanku yang telah mau membeli baran-barangku serta yang telah memberikan masukan-masukan yang baik untukku demi kemajuan usahaku :)

Spcl thx to : Nita (acc) dan M'Vebby (acc) yang telah memberi ide untuk aku menulis ini.

Jumat, 07 Mei 2010

Life without chocolate...



Coklat adalah salah satu penganan favorit bagi sebagian orang, termasuk diriku. Selain rasanya yang manis dan fantastis, coklat juga dapat merubah suasana hati menjadi lebih senang dikala kita mengalami keadaan yang tidak menyenangkan...

Coklat bagi saya sangat berarti, karena rasanya benar-benar luar biasa dan hampir setiap orang diberbagai kalangan umur sangat menyukainya, dari mulai anak kecil sampai dengan kakek atau nenek. Coklat tidak hanya disajikan dalam bentuk yang standar, tetapi coklat juga disajikan dalam berbagai bentuk yang indah dan lucu bahkan terkadang disesuaikan dengan special moment yang ada. Bagi setiap pasangan yang sedang jatuh cinta, coklat bahkan diberikan sebagai tanda cintanya ...

Untuk kali ini, saya mengambil topik coklat karena saya teringat akan makna dari coklat yang dihubungkan dengan kehidupan ini. Saya memang salah satu chocomania di dunia ini karena saya bisa menghabiskan sebatang coklat silverqueen (salah satu coklat favorit saya) ukuran besar dalam waktu kurang dari 10 menit disaat saya sedang menonton tv. Bahkan program diet saya beberapa kali gagal karena COooKkkLLAaTtt...oh no!!

Coklat dalam kehidupan ini saya umpamakan sebagai orang-orang terdekat saya seperti orang tua, kedua saudara laki-laki saya, pacar saya dan bahkan sahabat-sahabat saya.
Mereka memang luar biasa dan mempunyai berbagai macam karakter yang enak untuk dirasakan dan dinikmati. Kadang 'coklat' yang saya rasakan terasa sangat pahit atau bahkan sangat manis sekali, itulah mereka yang hadir mengisi seluruh kehidupanku.

Coklat memang hanya bisa dinikmati dalam beberapa menit atau detik, demikian juga berlaku bagi orang-orang terdekat saya. Doa, nasihat, ajaran, pengalaman yang mereka bagikan kepadaku meski hanya singkat dan pendek, selalu tertanam di hatiku dan tidak akan pernah terlupakan. Sehingga bagiku kehidupan tanpa coklat artinya bagi saya adalah hampa demikian juga kehidupan tanpa orang-orang terdekat saya artinya juga hampa. Kehadiran mereka sangat berarti, tanpa mereka hidupku tidak akan bervariasi bentuknya dan oleh karena itu, aku berharap bisa menjadi 'coklat' juga bagi setiap orang yang ada didunia ini...

Love u all of my fam,RBS,best friend
-JBU all-

Senin, 26 April 2010

indo women's inspirational moment



Ibu kita Kartini, putri sejati putri Indonesia, harum namanya... itulah segelintir lagu ibu kita kartini. Tak terasa sudah beberapa tahun lamanya hari ibu kartini dilewati dengan menggunakan baju tradisional bagi para lelaki dan tentunya juga bagi para kartini2 jaman sekarang.

Keadaan hiruk pikuk kembali terjadi ketika segenap karyawan tempat saya bekerja masuk dengan menggunakan kebaya (bagi para ladies) dan baju batik (bagi para gentlemen). Warna-warni kebaya memenuhi seluruh lantai wahana dengan balutan berbagai macam bentuk dan corak kain. Indah sekali pemandangan kali ini, karena mereka kembali kepada keadaan wanita indonesia dijaman penjajahan dulu. Pembuktian bahwa mereka dapat menjadi kartini-kartini dijaman modern adalah ketika mereka harus tetap bekerja dengan dengan semangat yang tinggi meski ruang gerak tidak terlalu leluasa karena penggunaan kebaya, berjuang demi mencukupi kebutuhan yang banyak dan tinggi.

Sebagai apresiasi dari keadaan tersebut, departemen personalia perusahaan tempat saya bekerja mengadakan lomba foto per departemen untuk memenangkan sejumlah besar uang. Dan hasilnya, ternyata departemen saya cukup bagus juga dalam mengatur gaya dan penampilan kami. Tetapi untuk pengumuman lomba, belum ada kabar sama sekali. Terlepas dari menang atau tidaknya kami dalam perlombaan tersebut, tapi kami telah berusaha sebisa mungkin untuk tampil sebagai kartini-kartini jaman sekarang...

Selasa, 13 April 2010

Akhirnya...

Dag..dig..dug...pikiranku terus melayang setelah aku mendengar orangtua Naldo mau berkenalan denganku. Perasaan senang bercampur deg2an terus berkecamuk dengan satu pernyataan "akhirnya..."

Sabtu, 20 Februari 2010

The Victoria Peak



Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya berada disuatu tempat yang tinggi dengan dikelilingi gedung-gedung tinggi bahkan ada sebuah pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai keperluan warga sekitar ? Pasti sungguh menakjubkan sekali.. itulah perasaan yang terjadi ketika saya berada di “Victoria Peak, Hongkong.” Sungguh hal yang sangat luar biasa ketika kita bisa melihat banyaknya gedung-gedung tinggi seperti layaknya kita berada di kawasan bisnis niaga yang terletak di dataran tinggi. Dari tempat ini, saya bisa melihat indahnya pemandangan kota Hongkong, sehingga dapat juga dikatakan sebagai jendelanya kota Hongkong.
Victoria Peak merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai kebutuhan warga sekitar yang terletak di salah satu dataran tinggi di Hongkong. Di tempat ini, selain kita bisa berbelanja, juga bisa digunakan sebagai tempat wisata. Sebut saja Madame Tussaud yang merupakan salah satu museum lilin yang terkenal di seluruh dunia. Untuk bisa memasuki museum ini, saya harus mengeluarkan kocek kurang lebih 150 ribu rupiah per orang.
Didalam museum ini, kita bisa melihat dan bahkan berfoto dengan para tokoh-tokoh dunia mulai dari para selebriti, pemimpin-pemimpin negara bahkan sampai dengan para penemu dan pencipta lagu. Dimulai dengan Jackie Chan yang merupakan salah satu aktor laga Hongkong, kemudian Brad Pitt dengan istrinya Angelina Jolie, Nicole Kidman, Mel Gibson serta para model-model cantik. Setelah itu, kita memasuki area dimana terdapat tokoh-tokoh negarawan seperti Almarhum Lady Diana, Ratu Elizabeth, Pangeran Phillip. Di area ini, juga disediakan tempat untuk berpidato dengan diapit oleh Mantan Presiden Amerika George W Bush dan Bill Clinton seperti layaknya sedang berpidato kenegaraan di Gedung Putih. Setelah itu, kita akan bertemu tokoh-tokoh terkenal seperti Albert Einsten, Luciano Pavarotti, Mahatma Gandhi, William Shakespeare dan masih banyak lagi. Bila kita ingin bergaya layaknya tokoh yang kita sukai, disediakan kostum yang dapat kita gunakan untuk kita bisa berfoto dengan para tokoh-tokoh tersebut, sebagai contohnya kita dapat menggunakan gaun putih seperti yang digunakan oleh Marilyn Monroe.
Bagi para penggemar olahraga, jangan khawatir karena didalam tempat ini, tepatnya dilantai yang berbeda, juga terdapat tokoh-tokoh olahragawan ternama, seperti David Beckham, Christiano Ronaldo, Mike Tyson dan lain sebagainya. Perjalanan mini tour saya di tempat ini, akan diakhiri dengan pertemuan dengan para penyanyi legendaris dunia seperti Almarhum Michael Jackson, The Beatles, Elvis Presley dan masih banyak lagi.
Setelah keluar dari tempat itu, perasaan menyenangkan ini akan berlanjut dengan berfoto-foto di The Roof of Victoria Peak (Atap dari Victoria Peak). Untuk menjangkau tempat paling tertinggi dari pusat perbelanjaan ini, saya menaiki beberapa escalator untuk menjangkau tempat tersebut. Dengan perasaan yang senang bercampur penasaran, akhirnya saya sampai ke tempat tersebut.
Untuk berada di tempat tersebut, saya juga harus membeli tiket terlebih dahulu. Setelah sampai di tempat itu, saya bisa melihat betapa indah kota Hongkong yang dipenuhi dengan berbagai bentuk gedung tinggi. Agar dapat melihat tempat-tempat yang jauh, saya bisa menggunakan teropong yang telah disediakan hanya dengan mengeluarkan uang kira-kira 20 sen untuk 5 menit. Di tempat ini juga disediakan jasa untuk berfoto dengan latar belakang kota Hongkong dimana kita bisa abadikan dalam bentuk foto, mug, kaos atau gantungan kunci.
Kegembiraan belumlah lengkap kalau perjalanan di Victoria Peak, tidak diakhiri dengan menaiki tram. Tram tersebut adalah yang tertua di Hongkong. Ketika saya menaikinya untuk kembali ke kota, perasaan saya senang bercampur takut karena jalannya tram tersebut mundur dan turun kebawah dengan posisi jalan yang sangat terjal, kemiringan hampir 90 derajat. Sungguh luar biasa perjalanan dengan menggunakan tram ini, karena disamping kanan saya terdapat jurang dan bila saya memandang lurus kedepan terlihat kembali pemandangan kota Hongkong dengan berbagai macam gedung-gedung pencakar langitnya.
So, kalau anda memiliki waktu luang diantara hiruk pikuknya pekerjaan anda, tidak ada salahnya anda meluangkan waktu untuk mencoba ke tempat ini dan mengalami pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan seperti ini.

-SMY-

NaSi udUK CaMel

Cita rasa santannya begitu menggoda lidah dan membuat setiap pengunjung yang datang ketagihan. Sama seperti salah satu iklan yang berbunyi “ Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda...”. Itulah kesan yang bisa ditangkap setelah kita merasakan nasi uduk ini.
Nasi uduk Kampung Melayu begitu saya dan teman-teman menyebutnya atau kalo disingkat nasi uduk CaMel (Campung Melayu) berhubung tidak dicantumkannya nama bagi tempat ini. Nasi uduk yang terletak diantara Jalan Kampung Melayu menuju ke arah Gudang Peluru didekat laboratorium Prodia, memiliki luas yang tidak terlalu besar kurang lebih berukuran 3 X 2 meter. Dengan kondisi tempat yang tidak begitu luas, meja dan kursi dengan jumlah yang sedikit sehingga tidak bisa menampung pengunjung yang cukup banyak, tetapi tempat ini sangatlah dicari orang karena jam operasionalnya pun bisa dikatakan cukup singkat. Dimulai dari pukul 17.00 sampai ditutupnya pukul 19.30 WIB, beberapa pengunjung yang datang terlalu malam dibuat penasaran oleh kenikmatan rasanya oleh karena kehabisan. Setiap harinya, nasi uduk ini bisa menghabiskan kurang lebih 200 potong ayam dan kurang lebih 10 liter nasi uduk.
Tentunya sepiring nasi uduk dikatakan enak bila kandungan rasa didalamnya begitu terasa kental dilidah dan memiliki kelembutan disetiap butiran nasinya. Itulah nasi uduk CaMel karena ketika kita merasakan sesuap sendok nasi uduk, maka rasa santan dibaur dengan daun salam dan lengkuas serta sereh sangat kental dilidah dengan nasi yang cukup lembut, akan membuat pengunjung terus menerus menyuap sampai perut terasa kenyang. Tentunya nasi uduk akan lebih nikmat bila disajikan bersama dengan ayam goreng kering beserta dengan tahu, tempe, ati ampela, dan yang lainnya serta tentunya emping dan bawang goreng sebagai pelengkap. Bumbu ayam gorengnya lezat sekali, terasa sampai ke tulang-tulangnya membuat pengujung tergiur untuk menambahkan porsi mereka. Bagi penyuka rasa pedas, di tempat ini disediakan dua macam sambal yang sangat khas seperti layaknya tempat-tempat nasi uduk lainnya yaitu sambal kacang dan sambal merah. Kedua sambal ini bisa divariasikan dengan cara menggambungkan keduanya dalam satu piring untuk digunakan ketika kita memakan lauk pauk dengan nasi uduk atau lalapan yang telah disediakan terpisah oleh si penjual. Bagi pengunjung yang tidak mau makan nasi uduk, sangat disayangkan sekali karena nasi uduk CaMel ini hanya menyediakan nasi uduk saja dan tidak menyediakan nasi putih
Bagi pengunjung yang berniat untuk mengadakan suatu acara dengan salah satu menunya adalah nasi uduk, pilihan menu nasi uduk CaMel ini merupakan pilihan yang sangat baik, karena nasi uduk CaMel bisa dipesan melalui telephone. Dengan harga sebelas ribu rupiah pengunjung dapat menikmati seporsi nasi uduk dengan ayam goreng beserta tahu atau tempe goreng, sangatlah menggoda hati untuk datang mengunjungi gerai makanan satu ini. Jadi, tak ada salahnya untuk mencoba mencicipi nasi uduk CaMel beserta teman-teman atau kerabat dekat.

-SMY-

Selasa, 02 Februari 2010

Film aneh

Apakah benar selama ini pandangan kita mengenai malaikat selalu berbaju putih dan selalu berbuat baik?

Jumat, 29 Januari 2010

become a new comer

Huff..Inilah kesan pertama saya memiliki blog ini.. Sebenarnya kalau dikatakan sulit, tidak juga tetapi kalau sebaliknya, juga membingungkan untuk mengoperasikannya. Tetapi untunglah saya memiliki seorang teman yang baik hati untuk membuatkan dan mengajarkan saya bagaimana cara pengoperasian blog. Sebenarnya malu juga sih baru mengetahui cara pembuatan blog, tapi seperti pepatah yang berbunyi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, sehingga hal tersebutlah yang membuat saya tidak minder lagi untuk melakukannya.
Semuanya berawal dari informasi teman saya yang menganjurkan untuk mengirimkan sebuah artikel ke tabloid tempat kami bekerja. Dia mengatakan akan ada imbalan untuk setiap tulisan yang dimuat pada tabloid tersebut. Awalnya saya sangat tertarik atas imbalan yang akan diberikan, tetapi kemudian hal tersebut tidak lagi menjadi hal menarik buat saya, melainkan tantangan untuk membuktian apakah saya mampu menjadi seorang penulis. Hal tersebut yang memotivasi saya untuk menulis sekreatif mungkin agar tulisan saya dimuat ditabloid tersebut.
Dengan penuh semangat dan keyakinan penuh, akhirnya pada hari yang sama, terciptalah sebuah artikel yang berisi informasi tempat wisata yang pernah saya kunjungi. Saya berjanji untuk tidak kecewa bila tulisan saya tidak dimuat, karena bila natinya artikel saya tidak dimuat, saya harus tetap semangat untuk terus mencoba dan saya tidak perlu khawatir karena saat ini saya telah memiliki blog sendiri sehingga saya bisa menulis juga untuk blog ini. Satu harapan saya, agar blog ini dapat menjadi sarana untuk memberikan informasi, tempat curahan hati dll.