Sabtu, 20 Februari 2010

The Victoria Peak



Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya berada disuatu tempat yang tinggi dengan dikelilingi gedung-gedung tinggi bahkan ada sebuah pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai keperluan warga sekitar ? Pasti sungguh menakjubkan sekali.. itulah perasaan yang terjadi ketika saya berada di “Victoria Peak, Hongkong.” Sungguh hal yang sangat luar biasa ketika kita bisa melihat banyaknya gedung-gedung tinggi seperti layaknya kita berada di kawasan bisnis niaga yang terletak di dataran tinggi. Dari tempat ini, saya bisa melihat indahnya pemandangan kota Hongkong, sehingga dapat juga dikatakan sebagai jendelanya kota Hongkong.
Victoria Peak merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai kebutuhan warga sekitar yang terletak di salah satu dataran tinggi di Hongkong. Di tempat ini, selain kita bisa berbelanja, juga bisa digunakan sebagai tempat wisata. Sebut saja Madame Tussaud yang merupakan salah satu museum lilin yang terkenal di seluruh dunia. Untuk bisa memasuki museum ini, saya harus mengeluarkan kocek kurang lebih 150 ribu rupiah per orang.
Didalam museum ini, kita bisa melihat dan bahkan berfoto dengan para tokoh-tokoh dunia mulai dari para selebriti, pemimpin-pemimpin negara bahkan sampai dengan para penemu dan pencipta lagu. Dimulai dengan Jackie Chan yang merupakan salah satu aktor laga Hongkong, kemudian Brad Pitt dengan istrinya Angelina Jolie, Nicole Kidman, Mel Gibson serta para model-model cantik. Setelah itu, kita memasuki area dimana terdapat tokoh-tokoh negarawan seperti Almarhum Lady Diana, Ratu Elizabeth, Pangeran Phillip. Di area ini, juga disediakan tempat untuk berpidato dengan diapit oleh Mantan Presiden Amerika George W Bush dan Bill Clinton seperti layaknya sedang berpidato kenegaraan di Gedung Putih. Setelah itu, kita akan bertemu tokoh-tokoh terkenal seperti Albert Einsten, Luciano Pavarotti, Mahatma Gandhi, William Shakespeare dan masih banyak lagi. Bila kita ingin bergaya layaknya tokoh yang kita sukai, disediakan kostum yang dapat kita gunakan untuk kita bisa berfoto dengan para tokoh-tokoh tersebut, sebagai contohnya kita dapat menggunakan gaun putih seperti yang digunakan oleh Marilyn Monroe.
Bagi para penggemar olahraga, jangan khawatir karena didalam tempat ini, tepatnya dilantai yang berbeda, juga terdapat tokoh-tokoh olahragawan ternama, seperti David Beckham, Christiano Ronaldo, Mike Tyson dan lain sebagainya. Perjalanan mini tour saya di tempat ini, akan diakhiri dengan pertemuan dengan para penyanyi legendaris dunia seperti Almarhum Michael Jackson, The Beatles, Elvis Presley dan masih banyak lagi.
Setelah keluar dari tempat itu, perasaan menyenangkan ini akan berlanjut dengan berfoto-foto di The Roof of Victoria Peak (Atap dari Victoria Peak). Untuk menjangkau tempat paling tertinggi dari pusat perbelanjaan ini, saya menaiki beberapa escalator untuk menjangkau tempat tersebut. Dengan perasaan yang senang bercampur penasaran, akhirnya saya sampai ke tempat tersebut.
Untuk berada di tempat tersebut, saya juga harus membeli tiket terlebih dahulu. Setelah sampai di tempat itu, saya bisa melihat betapa indah kota Hongkong yang dipenuhi dengan berbagai bentuk gedung tinggi. Agar dapat melihat tempat-tempat yang jauh, saya bisa menggunakan teropong yang telah disediakan hanya dengan mengeluarkan uang kira-kira 20 sen untuk 5 menit. Di tempat ini juga disediakan jasa untuk berfoto dengan latar belakang kota Hongkong dimana kita bisa abadikan dalam bentuk foto, mug, kaos atau gantungan kunci.
Kegembiraan belumlah lengkap kalau perjalanan di Victoria Peak, tidak diakhiri dengan menaiki tram. Tram tersebut adalah yang tertua di Hongkong. Ketika saya menaikinya untuk kembali ke kota, perasaan saya senang bercampur takut karena jalannya tram tersebut mundur dan turun kebawah dengan posisi jalan yang sangat terjal, kemiringan hampir 90 derajat. Sungguh luar biasa perjalanan dengan menggunakan tram ini, karena disamping kanan saya terdapat jurang dan bila saya memandang lurus kedepan terlihat kembali pemandangan kota Hongkong dengan berbagai macam gedung-gedung pencakar langitnya.
So, kalau anda memiliki waktu luang diantara hiruk pikuknya pekerjaan anda, tidak ada salahnya anda meluangkan waktu untuk mencoba ke tempat ini dan mengalami pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan seperti ini.

-SMY-

NaSi udUK CaMel

Cita rasa santannya begitu menggoda lidah dan membuat setiap pengunjung yang datang ketagihan. Sama seperti salah satu iklan yang berbunyi “ Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda...”. Itulah kesan yang bisa ditangkap setelah kita merasakan nasi uduk ini.
Nasi uduk Kampung Melayu begitu saya dan teman-teman menyebutnya atau kalo disingkat nasi uduk CaMel (Campung Melayu) berhubung tidak dicantumkannya nama bagi tempat ini. Nasi uduk yang terletak diantara Jalan Kampung Melayu menuju ke arah Gudang Peluru didekat laboratorium Prodia, memiliki luas yang tidak terlalu besar kurang lebih berukuran 3 X 2 meter. Dengan kondisi tempat yang tidak begitu luas, meja dan kursi dengan jumlah yang sedikit sehingga tidak bisa menampung pengunjung yang cukup banyak, tetapi tempat ini sangatlah dicari orang karena jam operasionalnya pun bisa dikatakan cukup singkat. Dimulai dari pukul 17.00 sampai ditutupnya pukul 19.30 WIB, beberapa pengunjung yang datang terlalu malam dibuat penasaran oleh kenikmatan rasanya oleh karena kehabisan. Setiap harinya, nasi uduk ini bisa menghabiskan kurang lebih 200 potong ayam dan kurang lebih 10 liter nasi uduk.
Tentunya sepiring nasi uduk dikatakan enak bila kandungan rasa didalamnya begitu terasa kental dilidah dan memiliki kelembutan disetiap butiran nasinya. Itulah nasi uduk CaMel karena ketika kita merasakan sesuap sendok nasi uduk, maka rasa santan dibaur dengan daun salam dan lengkuas serta sereh sangat kental dilidah dengan nasi yang cukup lembut, akan membuat pengunjung terus menerus menyuap sampai perut terasa kenyang. Tentunya nasi uduk akan lebih nikmat bila disajikan bersama dengan ayam goreng kering beserta dengan tahu, tempe, ati ampela, dan yang lainnya serta tentunya emping dan bawang goreng sebagai pelengkap. Bumbu ayam gorengnya lezat sekali, terasa sampai ke tulang-tulangnya membuat pengujung tergiur untuk menambahkan porsi mereka. Bagi penyuka rasa pedas, di tempat ini disediakan dua macam sambal yang sangat khas seperti layaknya tempat-tempat nasi uduk lainnya yaitu sambal kacang dan sambal merah. Kedua sambal ini bisa divariasikan dengan cara menggambungkan keduanya dalam satu piring untuk digunakan ketika kita memakan lauk pauk dengan nasi uduk atau lalapan yang telah disediakan terpisah oleh si penjual. Bagi pengunjung yang tidak mau makan nasi uduk, sangat disayangkan sekali karena nasi uduk CaMel ini hanya menyediakan nasi uduk saja dan tidak menyediakan nasi putih
Bagi pengunjung yang berniat untuk mengadakan suatu acara dengan salah satu menunya adalah nasi uduk, pilihan menu nasi uduk CaMel ini merupakan pilihan yang sangat baik, karena nasi uduk CaMel bisa dipesan melalui telephone. Dengan harga sebelas ribu rupiah pengunjung dapat menikmati seporsi nasi uduk dengan ayam goreng beserta tahu atau tempe goreng, sangatlah menggoda hati untuk datang mengunjungi gerai makanan satu ini. Jadi, tak ada salahnya untuk mencoba mencicipi nasi uduk CaMel beserta teman-teman atau kerabat dekat.

-SMY-

Selasa, 02 Februari 2010

Film aneh

Apakah benar selama ini pandangan kita mengenai malaikat selalu berbaju putih dan selalu berbuat baik?